Prinsip dari OFDM :

OFDM adalah sebuah teknik transmisi dengan banyak frekuensi (multicarrier), menggunakan Discrete Fourier Transfor (DFT). Bagan dasar dari OFDM ditampilkan pada gambar.1. Cara kerjanya adalah sebagai berikut. Deretan data informasi yang akan dikirim dikonversikan kedalam bentuk parallel, sehingga bila bit rate semula adalah R , maka bit rate di tiap-tiap jalur parallel adalah R/M dimana M adalah jumlah jalur parallel (sama dengan jumlah sub-carrier). Setelah itu, modulasi dilakukan pada tiap-tiap sub-carrier. Modulasi ini bisa berupa BPSK, QPSK, QAM atau yang lain, tapi ketiga teknik tersebut sering digunakan pada OFDM. Kemudian sinyal yang telah termodulasi tersebut diaplikasikan ke dalam Inverse Discrete Fourier Transform (IDFT), untuk pembuatan simbol OFDM. Penggunaan IDFT ini memungkinkan pengalokasian frekuensi yang saling tegak lurus (orthogonal), mengenai hal ini akan dijelaskan lebih lanjut. Setelah itu simbol-simbol OFDM dikonversikan lagi kedalam bentuk serial, dan kemudian sinyal dikirim.


Pengertian dari Orthogonal :

Istilah orthogonal dalam Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) mengandung makna hubungan matematis antara frekuensi-frekuensi yang digunakan. Dengan persamaan matematika bisa diekspresikan sebagai berikut, dua buah kumpulan sinyal dikatakan orthogonal bila,

orthogonal_gbr21

Gambar. 1

Pemakaian frekuensi yang saling orthogonal pada OFDM memungkinkan overlap antar frekuensi tanpa menimbulkan interferensi satu sama lain. Ada beberapa kumpulan sinyal yang orthogonal, salah satunya yang cukup sering kita gunakan adalah sinyal sinus, sebagaimana diperlihatkan pada gambar.2.

orthogonal-sinyal Gambar. 2

Keunggulan

Efisiensi dalam pemakaian frekuensi

Untuk memperjelas perbedaan OFDM, baik dalam operasi dasarnya maupun dalam segi efisiensi spektrumnya, dengan sistem single carrier, dan juga dengan sistem multicarrier konvensional, bisa dilihat pada Gambar.3. Dari gambar tersebut bisa dilihat, bahwa OFDM adalah salah satu jenis dari multicarrier (FDM), tetapi memiliki efisensi pemakaian frekuensi yang jauh lebih baik. Pada OFDM overlap antar frekuensi yang bersebelahan diperbolehkan, karena masing-masing sudah saling orthogonal, sedangkan pada sistem multicarrier konvensional untuk mencegah interferensi antar frekuensi yang bersebelahan perlu diselipkan frekuensi penghalang (guard band), dimana hal ini memiliki efek samping berupa menurunnya kecepatan transmisi bila dibandingkan dengan sistem single carrier dengan lebar spektrum yang sama. Sehingga salah satu karakteristik dari OFDM adalah tingginya tingkat efisiensi dalam pemakaian frekuensi. Selain itu pada multicarrier konvensional juga diperlukan band pass filter sebanyak frekuensi yang digunakan, sedangkan pada OFDM cukup menggunakan FFT saja.

perbandingan-dgn-scmfdm

Gambar. 3

baca selengkapnya >> ofdm


WiMax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah
standar baru (IEE 802.16) yang tengah dikembangkan oleh Intstitute of
Electrical and Electronics Engineers (IEEE), berfokus pada pemecahan masalah
jaringan luar (outdoor) point to multipoint broadband wireless. WiMax
memungkinkan dipergunakan pada berbagai keperluan, diantaranya
konektifitas jarak jauh untuk rumah-rumah, bisnis dan backhaul wirelless
hotspot.
WiMax secara histori sangat terkait dengan popularitas pendahulunya, WiFi
(IEEE 802.11). Standarisasi WiMax mendapat dukungan penuh dari berbagai
perusahaan high profile seperti Intel dan perusahaan besar lainnya. Para
supporter mempunyai harapan besar pada potensi WiMax. Intel sendiri
menyatakan bahwa 802.16 “sepenting Internet itu sendiri”, sebuah teknologi yg
akan memungkinkan 5 milyar manusia dapat saling berhubungan setiap waktu.

baca selengkap >> wimax

LTE didefinisikan dalam standar 3GPP (Third Generation Partnership Project) Release 8 dan juga merupakan evolusi teknologi 1xEV-DO sebagai bagian dari roadmap standar 3GPP2. Dengan spesifikasi seperti itu, LTE dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, biaya operasional yang lebih murah bagi operator, serta layanan mobile broadband kualitas tinggi untuk pengguna.

Perubahan paling mendasar dari LTE dibanding standar sebelumnya terdiri dari 3 hal utama yaitu air interface, jaringan radio, dan jaringan core. Di waktu mendatang, melakukan pengunduhan atau pengunggahan video berdefinisi tinggi, mengakses e-mail dengan attachment yang besar, mengajak teman bermain game favorit di manapun tempatnya, menjadi hal yang sangat mungkin dengan dukungan LTE.

Untuk masalah pita spektrum yang sangat berpengaruh dengan kinerja jaringan, LTE dapat beroperasi pada standar

IMT-2000 (450, 850, 1800, 1900, 2100 MHz) maupun pada pita spektrum baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.

Alokasi pita lebar yang sangat fleksibel, mulai dari 1, 4, 3, 5, 10, 15 hingga 20 MHz, menjanjikan fleksibilitas yang tinggi dalam penggunaan spektrum.

Bila dilihat dari segi pasar, LTE mampu memperkuat posisi operator telekomunikasi karena meningkatnya nilai ekonomi jaringan secara keseluruhan, cakupan jaringan yang lebih luas, dan kapasitas data yang lebih besar. Operator juga dapat lebih fleksibel mengikuti kebutuhan pasar yang kian cepat berubah sekaligus mampu menawarkan layanan data broadband dalam skala besar. Sedangkan untuk para konsumen yang mencari tarif murah, LTE menjadi jawaban untuk kebutuhan telekomunikasi yang lebih ekonomis.

baca selengkapnya >> Long Term Evolution

Teori Dasar CDMA :

Setiap kanal/pengguna (user) pada CDMA menggunakan waktu dan frekuensi secara bersamaan. Untuk membedakan setiap kanal/pengguna maka digunakan kode yang unik yang juga digunakan untuk melebarkan sinyal. Kodeini disebut Pseudo Random Noise (PN Code) yang merupakan deretandata berkecepatan tinggi yang berharga polar (-1 & +1) ataunon polar (0 & 1).

Broadband CDMA :

Standar teknologi CDMA, dilihat dari spread signalnya relative lebih besar dari teknologi selular lainnya, pengurangan problem propagasi (multipath dan fading). Dikenal dua standar untuk aplikasi dengan metode akses CDMA. Standar yang dimaksud adalah IS-95 dan poprietary.

Broadband CDMA mengambil konsep ini lebih lanjut oleh pengurangan multipath-fading, penawaran kapasitas dalam tiap cell dan kualitas suara yang lebih baik. Bandwidth yang luas juga membuat mungkin features ke depan termasuk ISDN dan bandwidth on demand. Broadband CDMA dengan wireless mempunyai potensi untuk menyediakan “transparan” local loop dengan fungsi penuh seperti wireline.

Broadband CDMA sebagai WLL didesain untuk menyediakan layanan fixed dan mobiile yang dikoneksikan dengan PSTN dari layanan POTS (Plain Old Telephone Service) ke features-features selanjutnya seperti ISDN dan bandwidth on demand. Service-service akan termasuk voice, high speed fax, data dan multimedia, termasuk juga video. Teknologi ini memungkinkan aplikasi ISDN ke desktop fixed wiireless dan mobile wireless.

Teknologi Wideband CDMA :

Standar teknologi CDMA, dilihat dari spread signalnya relative lebih besar dari teknologi selular lainnya, pengurangan problem propagasi (multipath dan fading). Dikenal dua standar untuk aplikasi dengan metode akses CDMA. Standar yang dimaksud adalah IS-95 dan poprietary.

Wideband CDMA mengambil konsep ini lebih lanjut oleh pengurangan multipath-fading, penawaran kapasitas dalam tiap cell dan kualitas suara yang lebih baik. Bandwidth yang luas juga membuat mungkin features ke depan termasuk ISDN dan bandwidth on demand. Bandwidth yang ditawarkan bersifat variatif dari mulai 1,26 MHz, 5 MHz, 10 MHz bahkan sampai 20 MHz. Wideband CDMA dengan wireless mempunyai potensi untuk menyediakan “transparan” local loop dengan fungsi penuh seperti wireline.

Wideband CDMA sebagai WLL didesain untuk menyediakan layanan fixed dan mobiile yang dikoneksikan dengan PSTN dari layanan POTS (Plain Old Telephone Service) ke features-features selanjutnya seperti ISDN dan bandwidth on demand. Service-service akan termasuk voice, high speed fax, data dan multimedia, termasuk juga video. Teknologi ini memungkinkan aplikasi ISDN ke desktop fixed wiireless dan mobile wireless.

Peluncuran layanan-layanan wideband multimedia akan menambah performansi dibanding dengan standar wireless yang ada sekarang. W-CDMA sangat mendukung baik untuk komunikasi packet dan circuit switched seperti browsing Internet.

Dari awalnya, W-CDMA didesain untuk layanan data kecepatan tinggi seperti internet base packet data menawarkan sampai 2 Mbps dalam lingkungan kantor dan sampai 384 Kbps di outdoor atau lingkungan yang bergerak.

baca selengkap >> cdma

Sejarah

Teknologi CDMA awalnya dikembangkan untuk penggunaan militer Amerika dan dipublikasikan secara komersil oleh perusahaan di Amerika Qualcomm. Selanjutnya teknologi ini dikembangkan dengan standard IS-95 (Interim Standard) dan menggunakan frekuensi standard 800 MHz.

Kehadiran teknologi Broadband CDMA ini telah dikembangkan di Indonesia oleh PT Komselindo sebagai operator AMPS (Advance Mobile Phone System) . Teknologi yang bisa menyediakan layanan internet ini sedang dicoba pada frekuensi 2 GHz dan PT Telkom menyebutnya dengan PASOPATI dan multimedia .

Kelebihan Teknologi CDMA Pita Lebar

Teknologi CDMA Pita Lebar dikembangkan dari teknologi CDMA. CDMA Pita Lebar merupakan teknologi spektrum lanjutan yang digunakan untuk kepentingan komersil memberikan berbagai kelebihan dibanding dengan sistem komunikasi yang mendahuluinya.

Kelebihan-kelebihan tersebut meliputi:

  • Kualitas suara yang tinggi
  • Karakteristik fade
  • Kinerja dalam ruangan yang sangat baik
  • Dinamika rata-rata data yang baik

Perbandingan antara Teknologi CDMA Pita Lebar dengan CDMA Pita Sempit

Perbedaan antara CDMA Pita Sempit (Narrow CDMA) dengan CDMA Pita Lebar adalah kelebihan pita lebar yang dirancang untuk penggunaan lebar pita (bandwidth) yang beraneka ragam mulai dari 7 MHz sampai 15 MHz. Ini berarti sebuah sistem broadband bisa melayani beraneka ragam layanan secara keseluruhan. Dengan pita yang besar maka akan menghasilkan tingkat ketahanan yang besar pula terhadap menghilangnya sinyal. Hal ini mengakibatkan kinerja yang lebih baik untuk ditilik dari kekuatannya dan lebih hemat ditinjau dari cakupan kekuatannya. Lebar Pita (bandwith) yang lebih besar juga menyebabkan bertambahnya kapasitas untuk mendukung berbagai macam layanan yang lebih tinggi, meningkatkan fleksibilitas dalam penggabungan layanan.

Keuntungan CDMA Pita Lebar

  • Fleksibitas yang tinggi
  • Penghitungan biaya yang efektif baik dalam skala komunikasi besar ataupun skala kecil.
  • Dapat mengakses layanan suara dan data seperti faksimili, surat-e, dan kecepatan internet yang tinggi
  • CDMA pita lebar dapat ditambah ke jaringan yang sedang aktif tanpa adanya penundaan dan gangguan dari kabel telepon.
  • Mudahnya melakukan hubungan ke jaringan wilayah lokal (LAN (Local Area Network)) untuk pengiriman surat-e dan pembagian sumber jaringan seperti mesin printer dan faks.
  • Sistem Pita Lebar dapat mengurangi efek penggandaan sistem pada kondisi yang sebenarnya dan menyebarkan frekuensi dari 7MHz sampai dengan 30 MHz.
  • Dengan bertambahnya lebar pita dapat mengurangi adanya celah penundaan dalam sistem pita sempit (narrowband)
  • Dengan lebar pita (bandwidth) yang lebih besar maka para pengguna Broadband CDMA dapat memakai beberapa saluran tetapi menggunakan lebih sedikit sel per satuan area geografis. Teknologi ini juga lebih sederhana untuk sampai pada sistem pengaturan jaringan.
  • Tempat untuk mengakses pita lebar (broadband) dapat dengan mudah diaplikasikan di daerah kota ataupun di daerah terpencil dengan kepadatan pelanggan yang berbeda-beda pula.
  • CDMA Pita Lebar meggunakan teknik pengkodean suara seperti pada jaringan publik.
  • CDMA Pita Lebar mendukung pilihan-pilihan dengan jangkauan yang besar mulai dari harga yang paling murah per jalur dan kapasitas paling tinggi untuk layanan yang akan datang.
  • Akan tersedianya perlengkapan genggam yang mirip dengan selular namun mampu untuk mengolah tingkat data yang lebih tinggi. Peralatan dengan ruang gerak yang terbatas biasanya direncanakan sebagai tambahan untuk sistem Lingkar Lokal Nirkabel Pita Lebar (WLL broadband)

Aplikasi

CDMA Pita Lebar memiliki beberapa aplikasi utama yang seperti:

  • Lingkar Lokal Nirkabel Daerah (Rural Wireless Local Loop (Rural WLL)
  • Lingkar Lokal Nirkable Kota (Urban Wireless Local Loop (Urban WLL)
  • Sistem Komunikasi Pribadi (Personal Communication System (PCS))
  • Komunikasi Pribadi Bergerak Global menggunakan Satelit (Global Mobile Personal Communications by Satellite (GMPCS)).

Pengamatan para ahli membuktikan bahwa para pengguna WLL lebih tertarik dengan Broadband CDMA dibandingkan dengan selular ataupun PCS <<referensi?>>. Diperkirakan bahwa sebagian besar penduduk di Asia membutuhkan jumlah telepon sekitar satu miliar di mana setengahnya akan disuplai dari telepon bergerak telephone dengan menggunakan aplikasi Lingkar Lokal Nirkable (Wireless Local Loop) .

Teknologi CDMA Pita Lebar cocok untuk diterapkan di daerah yang sulit dimana penerapan jaringan kabel akan mengakibatkan biaya tinggi. Ini karena teknologi CDMA Pita lebar ini lebih mudah dipasang dibandingkan dengan menggunakan kabel tembaga .

Pada daerah Lingkar Lokal Nirkabel Daerah (Rural Wireless Local Loop (Rural WLL)), CDMA Pita Lebar akan mengurangi bahkan mengapus metode pemasangan CDMA dengan kabel baru. CDMA Pita Lebar memfasilitasi teknologi komunikasi nirkabel selanjutnya dengan mendukung layanan untuk telepon koin dan telepon kartu pintar (smart card).

Pada Sistem Komunikasi Pribadi (Personal Communication System (PCS)) diperoleh penambahan nilai tingkat ruang gerak dengan layangan pita lebar.

Pada Komunikasi Pribadi Bergerak Global menggunakan Satelit (Global Mobile Personal Communications by Satellite (GMPCS) memungkinkan hubungan antar pelanggan yang satu dengan pelanggan yang lain di mana pun dan kapan pun mereka berada melalui hubungan secara langsung tergantung dari sistem apa yang mereka gunakan.

Sumber : id.wikipedia.org

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!